Kamis, 02 Mei 2013
Dongeng Anak Tudung Kepala Ajaib (Prosa Lama)
4:12 PM
No comments
Pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemuda pencari kayu bakar yang baik hati. Pada suatu hari ketika ia sedang dalam perjalanan pulang dari mencari kayu bakar, ia mendengar suara rintihan binatang dari balik semak-semak. Setelah diperiksanya ternyata seekor anak rubah sedang terperangkap kakinya dalam perangkap pemburu. Karena merasa kasihan, maka dilepaskannyalah kaki sang anak rubah itu dari perangkap. Dan anak rubah itupun segera lari menjauh.
Beberapa hari kemudian, ketika ia sedang dalam perjalanan pulang dari mencari kayu bakar, tiba-tiba dari arah depan datanglah seekor anak rubah mendekatinya. Setelah diamati benar-benar, ternyata ia adalah rubah yang ditolongnya beberapa hari yang lalu.
Rubah itu mengajak sang pemuda untuk mengikutinya. Setelah beberapa lama ia mengikuti sang anak rubah, sampailah ia di sebuah lubang dalam tanah. Dari dalam lubang itu muncul ibu sang rubah kecil tadi. Dengan membungkuk sopan sang ibu rubah berkata, “Terima kasih atas pertolongan Anda beberapa waktu yang lalu. Sebagai tanda terima kasih kami, tolong terimalah tudung kepala tua ini! kata sang ibu rubah sambil menyerahkan sebuah tudung kepala yang sudah usang.
Dalam perjalanan pulang, karena merasa sangat dingin, maka sang pemuda mengenakan tudung pemberian ibu rubah itu dikepalanya. Tiba-tiba, saat ia sedang berjalan di bawah pohon ia bisa mendengar suara burung pipit yang sedang bercakap-cakap di atas pohon. “Oh, ini mungkin karena aku memakai tudung kepala ajaib ini! kata sang pemuda sambil terus mendengarkan percakapan kedua burung pipit tersebut.
"Yang disebut manusia itu sepertinya pintar, tapi ternyata benar-benar bodoh ya! Batu di tengah-tengah sungai yang setiap kali diinjaknya itu kan sebenarnya bongkahan batu emas, tapi kenapa mereka tidak menyadarinya ya?" kata burung pipit tersebut.
Mendengar hal tersebut sang pemuda segera menuju sungai yang biasa ia lewati. Di tengah-tengah sungai tersebut memang terdapat sebongkah batu yang biasanya digunakan sebagai tumpuan kaki untuk menyeberang. Setelah batu itu dibersihkan dengan air, ternyata memang sebongkah batu emas yang bersinar-sinar terkena sinar matahari. Dengan gembira lalu dibawanya batu itu pulang ke rumah. Namun, di tengah perjalanannya lagi-lagi ia mendengar percakapan burung gagak.
"Anak gadis orang kaya di desa ini benar-benar kasihan ya. Sudah berpuluh-puluh tabib didatangkan untuk menyembuhkan penyakitnya namun tak kunjung sembuh juga. Sebenarnya sakit yang diderita anak gadisnya itu bukan sakit biasa. Ketika membangun atap rumah baru, secara tidak sengaja ada seekor ular yang salah masuk ke dalam atap. Jadinya sampai sekarang ular tersebut tidak juga bisa keluar dan hampir sekarat. Kalau saja ular tersebut dapat dikeluarkan dari dalam atap itu, mungkin anak gadisnya akan segera sembuh" kata sang burung gagak. Mendengar percakapan burung gagak itu, sang pemuda segera pulang.
Keesokan harinya, ia berkunjung ke rumah orang kaya di desa itu. Di depan pintu gerbangnya tertulis, "Siapa saja yang ingin menyembuhkan anak gadisku silakan masuk." Karena itu sang pemuda masuk dan berkata kepada orang kaya pemilik rumah itu, “Perkenankan saya mencoba menyembuhkan sakit anak gadis tuan!" kata sang pemuda. Setelah melihat kondisi anak gadis itu, sang pemuda teringat pada percakapan burung gagak kemarin.
"Tuan, sesungguhnya sakit yang diderita anak gadis tuan ini bukan sakit biasa. Hal ini disebabkan oleh seekor ular yang sedang terperangkap di atap rumah tuan. Ular tersebut kini sedang sengsara hidupnya sehingga kehidupan seluruh penghuni rumah ini juga sengsara, terutama anak gadis tuan. Maka kalau ular tersebut tidak segera dikeluarkan, sakit anak gadis tuan mungkin juga tidak akan sembuh!" kata sang pemuda menjelaskan.
Mendengar perkataan sang pemuda, orang kaya tersebut segera memerintahkan para pelayannya untuk membongkar atap rumahnya dan mencari ular yang sedang terperangkap di dalamnya. Dan ternyata benar. Seekor ular yang sedang sekarat pun ditemukan. Kemudian dibasuhlah ular itu dengan air dan diberinya makan telur agar cepat sembuh. Perlahan-lahan keadaan ular pun membaik. Bersamaan dengan itu anak gadisnya pun sudah mulai sembuh dari sakitnya. Bukan main gembiranya hati ayahnya. Maka dinikahkannya anak gadisnya itu dengan sang pemuda. Mereka pun akhirnya hidup dengan bahagia.
Unsur-unsur budaya dasar:
Manusia dan Keindahan
Cerita Anak Tudung Kepala Ajaib ini memiliki unsur keindahan pada bagian akhir ceritanya, karena di akhir cerita terjadi kebahagiaan antara tokoh peremuan dan laki-laki yang pada akhirnya bisa hidup bahagia bersama.
Manusia dan Penderitaan
Didalam cerita Anak Tudung Kepala Ajaib ini memiliki unsur dari satu tokoh yang mendapat penderitan, karena pada cerita ini terdapat "Anak gadis orang kaya di desa ini benar-benar kasihan ya. Sudah berpuluh-puluh tabib didatangkan untuk menyembuhkan penyakitnya namun tak kunjung sembuh juga. Sebenarnya sakit yang diderita anak gadisnya itu bukan sakit biasa. Ketika membangun atap rumah baru, secara tidak sengaja ada seekor ular yang salah masuk ke dalam atap."
Manusia dan Cinta Kasih
Dalam cerita Anak Tudung Kepala Ajaib ini juga memiliki unsur Cinta Kasih yaitu disini dicerita bahagianya hidup seorang gadis dan seorang lelaki yang akhirnya bisa hidup bersama-sama saat tokoh si gadis sembuh dari penyakit yang di sembuhkan oleh sang lelaki.
Kesimpulan:
Dari dongeng tersebut kita bisa mengambil kesimpulannya yaitu, berbuatlah baik kepada siapapun karena dengan berbuat baik kita dapat membuat orang lain senang dan merasa terbantu.
Sumber: http://www.kumpulandongeng.com/dongeng-anak/dongeng-anak-tudung-kepala-ajaib/
Kamis, 28 Maret 2013
Budaya Jawa Tengah
9:18 PM
9 comments
Jawa Tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembang disini karena di jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah. Mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunyai corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri – sendiri. Selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursari serta ada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa.
![]() |
| Wayang Kulit |
![]() |
| Batik |
![]() |
| Campursari |
Di Jawa Tengah juga masih ada kerajaan yang sampai sekarang masih berdiri tepatnya di Kota Solo yang dikenal dengan Kasunanan Solo. Budaya jawa tengah sungguh banyak mulai dari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan masih banyak lagi. Kebudayaan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah mayoritas merupakan kebudayaan Jawa, namun terdapat pula kantong-kantong kebudayaan Sunda di wilayah sebelah barat yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat terutama di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Adapun budaya lokal Jawa Tengah antara lain: Kraton Solo (Centraljava Surakarta), Batik, Ketoprak, Pagelaran Wayang Kulit, Tari Srikandi / Tari Panah, Pertujukan Wayang Orang, Sinden, Tayub, Batik.
Selain itu, Provinsi Jawa Tengah ternyata mempunyai daya tarik kebudayaan yang bagus, salah satu contohnya adalah memiliki tarian tradisional yang beragam. Tarian tradisional Jawa Tengah, antara lain:
1. Tari Merak
Tari Merak merupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti namanya Tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan Burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala menyerupai burung Merak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satu karakteristik tarian ini.
2. Tari Gambyong
Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama Si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Tak heran, dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong. Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing. Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul. Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah. Pengendang harus mampu tumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.
3. Tari Sintren
Tari Sintren adalan kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Tari Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis / magis yang bersumber dari cerita cinta Sulasih dan Sulandono. Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih, seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso. Akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.
Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung malalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang pada saat meninggal jasadnya raib secara goib, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Sulandono, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Sulandono.
Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren, sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan cacatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betul masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu pawang dan diiringi gending 6 orang, sesuai pengembangan tari sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).
Ada pula adat Jawa Tengah yang menarik untuk di perbincangkan, yaitu:
1. Pesta Lomban
Pesta Lomban di Jepara pada awalnya adalah pesta masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Jepara, dalam perkembangan pesta ini telah menjadi milik masyarakat Jepara pada umumnya. Pesta ini merupakan puncak acara dari Pekan Syawalan yang diselenggarakan pada tanggal 8 syawwal atau 1 minggu setelah hari Raya Idul Fitri.
Pesta lomban oleh masyarakat Jepara sering pula disebut sebagai “Bada Lomban “ atau ''Bada Kupat'' . karena pada saat itu masyarakat Jepara merayakannya dengan memasak kupat dan lepet , masakan itu pila bisa dimakan dengan berbagai masakan lezat seperti : opor ayam, rendang daging, sambal goreng, oseng-oseng dan lain sebagainya.Kupat adalah bentuk tradisional yang tidak asing lagi bagi masyarakat khususnya masyarakat Jawa Tengah. Kupat ini terbuat dari beras yang dibungkus daun kelapa muda (janur), rasanya seperti nasi biasa. Sedangkan lepet hampir seperti kupat tetapi terbuat dari ketan disertai parutan kelapa dan di beri garam. Lepet ini rasanya lebih gurih dan dimakan tanpa lauk. Bentuknya bulat panjang sekitar 10 cm.
Pesta Lomban masa sekarang kini telah dilaksanakan oleh warga masyarakat nelayan Jepara bahkan dalam perkembangannya sudah menjadi milik warga masyarakat Jepara khususnya. Hal ini nampak partisipasinya yang besar masyarakat Jepara menyambut Pesta Lomban. Dua atau tiga hari sebelum Pesta Lomban berlangsung pasar-pasar di kota Jepara nampak ramai seperti ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ibu-ibu rumah tangga sibuk mempersiapkan pesta lomban sebagai hari raya kedua. Pedagang bungkusan kupat dengan janur (bahan pembuat kupat dan lepet) juga menjajakan ayam guna melengkapi lauk pauknya.
Pada saat pesta Lomban berlangsung semua pasar di Jepara tutup tidak ada pedagang yang berjualan semuanya berbondong-bondong ke Pantai terdekatnya masing-masing. Pesta Lombang biasanya berlangsung sejak jam 06.00 pagi dimulai dengan upacara Pelepasan Sesaji dan lain sebagainya. Upacara ini dipimpin oleh pemuka agama atau tokoh agama desa tersebut,. Setelah dilepas dengan do’a sesaji berupa kepala kerbau ini di ”LARUNG” ke tengah lautan, pelarungan sesaji ini dipimpin oleh pemuka agama desa tersebut.
Upacara pelarungan ini adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah SWT, yang melimpahkan rizki dan keselamatan kepada warga masyarakat nelayan selama setahun dan berharap mendapatkan rizki dan hidayahnya masa depan.
2. Upacara Adat Ruwatan
Upacara Adat Ruwatan sering digelar di Pantai Selatan Parangtritis Kecamatan Kretek Bantul Yogyakarta merupakan aset wisata yang perlu dilestarikan dan dikembangkan keberadaanya. Sebab upacara-upacara sakral, seperti larungan (labuhan), sesaji "Bhekti Pertiwi-Pisungsung Jaladri" dan ruwatan, selain meningkatkan kunjungan wisatawan, otomatis juga meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Bantul, khususnya dan DI Yogyakarta pada umumnya.
Upacara-upacara semacam itu sering digelar di tiga pantai yang letaknya berdekatan, yakni Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Pantai Parangwedang. Sebagai contoh, upacara yang baru saja dilaksanakan oleh warga setempat, yakni "Bhekti Pertiwi" dan "Pisungsung Jaladri" di Dusun Pemancingan Desa Parangtritis Kecamatan Kretek. Dengan diadakan upacara tersebut, menurut Ki Tembong M. Sandri, salah seorang panitia mengisyaratkan, seperti layaknya upacara adat lain, sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kemurahan dan rezeki untuk kehidupan keluarga.
Menurut Tembong, upacara adat, selain bertujuan melestarikan budaya luhur warisan nenek moyang juga menciptakan aset wisata budaya guna mendukung pengembangan pantai wisata Parangtritis yang dampaknya menaikkan penghasilan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Kedua upacara tersebut memiliki makna yang sama dalam satu rangkaian upacara, namun memiliki tujuan dan pelaksanaan yang berbeda.
Maksud dan tujuan diadakan "Bhekti Pertiwi-Pisungsung Jaladri" ini, selain merupakan ungkapan rasa terima kasihnya pada Yang Maha Pencipta, juga menyemarakkan keberadaan Pantai Selatan Parangtritis sekaligus menghilangkan nama jelek yang selama ini diemban pantai tersebut. Ya, selama ini Pantai Parangtritis identik dengan tempat mangkalnya wanita-wanita yang menjajakan seks atau WTS-WTS yang mencari mangsa.
Setelah selesai upacara "Bhekti Pertiwi", dilanjutkan "Pisungsung Jaladri". Bentuk upacara ini merupakan larungan (labuhan). Sesaji yang terdiri pisang sanggan, bunga tabur, kelapa muda warna hijau, ketan kolak dan buah-buah yang dibentuk gunungan dan beberapa pakaian baru, dibawa iring-iringan oleh warga setempat yang terdiri dari 8 RT menuju ke Pantai Parangtritis untuk dilarung atau dipersembahkan kepada yang dipercaya menjaga Pantai Selatan, yaitu Nyi Roro Kidul.
Setelah dilarung, warga setempat atau pengunjung saling berebut untuk menjarah barang-barang larungan, seperti pisang, buah-buah dan pakaian baru yang sudah dilarung. Dalam perebutan barang-barang larungan ini, para pengunjung yang sebagian besar kawula muda, siap basah kuyup untuk mencari barang larungan sebab barang-barang tersebut sudah terbawa arus air ke tengah lautan.
Selain upacara sakral larungan atau labuhan dan "Pisungsung Jaladri", di pantai selatan ini sering digelar upacara sakral ruwatan. Upacara semacam ini biasanya dilaksanakan oleh Yayasan Mandra Giri Mataram. Ruwatan ada 3 versi, yakni ruwatan nasib, ruwatan penyakit menahun, dan ruwatan mencari rezeki yang kesemuanya bertujuan satu, yakni menyembah pada Yang Mahaagung dan Mahakuasa melalui upacara-upacara tersebut.
Ki Tembong, salah seorang juru ruwat mengatakan, hingga sekarang sudah sekira 25 kali melaksanakan upacara ruwatan. Jalannya upacara ruwatan biasanya dimulai sekira pukul 16.00 sore yang dimulai dengan mandi kembang dan sesaji secara kolektif. Setelah selesai upacara ruwatan, para peserta dihibur pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Pagelaran ruwatan dan wayang kulit ini biasnaya dilakukan malam hari, yakni malam Selasa dan Jumat kliwon di Pantai Parangtritis dan Parangwedang.
Para pesertanya pun dari bebagai daerah dan berbagai problem terungkap di sini, mulai yang usahanya sial, seret rezeki, sakit menahun, sulit jodoh, mencari keturunan, hingga berbagai permasalahan yang sulit diselesaikan. Melalui upacara ruwatan ini, menurut Ki Tembong, semua problem bisa diatasai asalkan sabar, telaten, dan tak putus asa.
"Dalam upacara-upacara sakral ruwatan di malam hari, selain meramaikan objek wisata Parangtritis dan memberi hiburan, juga bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan dan meningkatkan PAD. Kegiatan ini sangat disetujui oleh Bupati Bantul Idham Samawi", ujar Tembong.
Sementara itu, Idham Samawi berpendapat, dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang sifatnya tradisional dan sakral, bisa menjadikan daya tarik wisatawan, baik wisnus maupun wisman, juga menghilngkan nama jelek di pantai selatan yang akhir-akhir dijadikan sarangnya para kupu-kupu malam. Di sisi lain, dengan seringnya diadakan hiburan dan upacara-upacara adat, otomatis akan menambah penjualan retribusi atau karcis masuk yang sekaligus menambah pendapatan daerah.
Menurut Kepala Pariwisata Bantul Drs. Djoko Lawiyono, untuk mendukung tempat wisata Parangtritis yang selama ini semakin ramai dikunjungi wisatawan memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Seperti disediakannya tempat-tempat peristirahatan, dibangunnya gedung kesenian, dibentuknya grup-grup kesenian tradisional asli daerah, dan kebersihan lingkungan serta keamanan tetap dijaga dan ditingkatkan.
Dalam kaitan upacara adat dan ruwatan di Pantai Selatan Parangtritis, baik Idham Samawi, Djoko Lawiyono, dan Ki Tembong sependapat bahwa tempat ini ditetapkan menjadi tempat wisata budaya adat dan hiburan-hiburan tradisional, baik yang digelar di siang hari maupun di malam hari.
Selasa, 29 Januari 2013
Kegiatan Masyarakat Tanah Abang dan Perekonomiannya
8:10 AM
No comments
Seperti pada postingan sebelumnya, saya akan melanjutkan postingan ini yang mana masih mengenai kegiatan masyarakat di pasar tanah abang serta perekonomiannya. Pasar tanah abang memiliki peranan penting terhadap semua masyarakat sekitar, maupun yang terlibat menjadi konsumen di pasar tanah abang ini. Konsumen selalu ramai di setiap hari nya terutama pada hari-hari libur. Konsumen-konsumen pun bisa dikatakan jarak antara rumah dengan pasar tanah abang sendiri berpuluh-puluh kilometer, akan tetapi konsumen tetap menjatuhkan pilihannya kepada pasar ini. Tak jarang konsumen membeli barang dengan sistem grosir, karena konsumen yang seperti itulah yang bisa dikatakan sudah berlangganan di pasar ini. Konsumen yang membeli dengan sistem grosir tersebut nantinya akan di jual kembali dengan sistem eceran yg sudah ditentukan laba dari setiap barang yang akan di jual tersebut. Maka dari itu pasar ini terkenal dengan tekstilnya se-Asia Tenggara. Dan itulah yang membantu penjual dan pembeli di pasar tanah abang ini sebagai tempat penyambung perekonomian seluruh masyarakat yang terlibat di pasar ini.
Pasar tanah abang bukanlah tempat penjualan saja, akan tetapi banyak juga masyarakat sekitar yang memanfaatkan jasa penitipan sepeda motor. Karena, rata-rata seluruh masyarakat ataupun konsumen yang berdatangan menggunakan sepeda motor. Ketika saya berada di pasar tanah abang pun, saya berinisiatif untuk mengobrol-ngobrol dengan salah satu seorang penawar jasa penitipan sepeda motor alias tukang parkir di pasar tanah abang.
![]() |
| Bang Roni (kiri) dan Saya (kanan) |
![]() |
| Area parkir motor |
"Percakapan antara Bang Roni dan Saya"
Saya: "Permisi, bang. Ada waktu gak? apa lagi sibuk?"
Bang Roni: "Oh, iya. Enggak lagi nyantai aja. Ada apa ya?"
Saya: "Perkenalkan bang, saya Irfan dan saya seorang mahasiswa. Saya hanya ingin ngobrol-ngobrol saja seputar pasar Tanah Abang ini. Oh iya, abang sendiri namanya siapa ya?"
Bang Roni: "Saya Roni, tapi biasa dipanggil Uda (panggilan Kakak dalam bahasa Padang)."
Saya: "Oh, berarti abang dari daerah Padang?"
Bang Roni: "Iya, saya merantau ke Jakarta sudah dari 6 tahun yang lalu."
Saya: "Oh, begitu. Kalo boleh tahu, abang menggeluti profesi ini sudah berapa lama?"
Bang Roni: "Ya, kira-kira 4 tahun-an."
Saya: "Kalo boleh saya tahu, mengapa abang memilih profesi ini dan tidak berdagang saja seperti yang lainnya?"
Bang Roni: "Oh, sebenarnya saya dulu dagang pakaian. Tapi, entah kenapa saya berinisiatif saja membuka jasa parkir sepeda motor dan meninggalkan dagangan saya yang dulu."
Saya: "Oh, begitu. Abang sendiri memasang tarif berapa rupiah per-motor?"
Bang Roni: "Kalau saya sih Rp. 3000 per-motor. Tetapi, itu hitungannya per-jam juga."
Saya: "Oh, iya. Bagaimana keadaan disini setiap harinya bang? apakah aman terkendali?"
Bang Roni: "Sampai saat ini masih aman terkendali di pasar ini, walaupun terkadang saya juga kewalahan jika banyak sepeda motor yang dititipkan kepada saya"
Saya: "Oh, begitu. Bang, boleh tidak saya foto bareng? ini untuk tugas kuliah saya."
Bang Roni: "Oh, begitu ya. Boleh saja, jarang-jarang juga sih saya difoto hehe.."
Saya: "(Setelah berfoto bareng) Terimakasih bang atas waktunya, maaf sudah mengganggu."
Bang Roni: "Oh, tidak. Nyantai aja."
Kira-kira seperti itulah percakapan saya dan bang Roni. Setelah saya tarik kesimpulan atas percakapan saya dan bang Roni, ternyata tidak semua pedagang ataupun penjual yang menyambung hidup disana. Akan tetapi, banyak juga orang-orang yang berinisiatif untuk mendapatkan pundian-pundian rupiah disana. Dan apapun pekerjaannya yang dilakukan disana selagi halal tak akan menjadi masalah demi tercukupnya perekonomian mereka. Tukang parkir pun begitu, terlihat rendah dimata banyak orang. Akan tetapi, dia adalah seorang pekerja keras, resikonya pun cukup dibilang tinggi karena tidak mudah menjaga banyaknya motor di keramaian pasar dan tukang parkir pun sangat memudahkan demi keberlangsungannya kegiatan konsumen yang berdatangan menggunakan sepeda motor.
Selain tukang parkir, ada pula yang menawarkan jasa sebagai kuli panggul, berbagai jajanan di area pasar tanah abang, wc umum pun juga dijadikan landasan perekonomian mereka, ada juga yang menjajahkan beraneka buah-buahan segar dan berbagai penjual minuman botol ataupun softdrink.
| Saya (kirir) dan Ibu penjual minuman botol (kanan) |
Berakhirlah postingan kali ini. Pada postingan kali ini dapat disimpulkan bahwa pasar tanah abang memiliki daya magnet yang cukup kuat untuk terus dikelilingi oleh keramaian masyarakat dalam kegiatan sehari-harinya, yang juga melibatkan perekonomian seluruh masyarakat seiring berkembangnya pasar tanah abang ini.
Minggu, 06 Januari 2013
Kawasan Perdagangan Tanah Abang
1:15 AM
No comments
Kawasan Perdagangan Tanah Abang yang biasa disebut dengan nama Pasar Tanah Abang ini merupakan salah satu pusat perdagangan di wilayah Jakarta. Pasar Tanah Abang sejak zaman kolonial Belanda sudah terkenal sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar se-Asia Tenggara sejak tahun 1735. Pasar ini juga dikenal sebagai pusat grosir dengan harga yang murah meriah. Selain bahan sandang, para pembeli juga membeli keperluan lain, seperti karpet dan barang elektronik.
Pasar Tanah Abang terbagi menjadi 3 wilayah gedung yang menjadi pusat perdagangan antara lain Tanah Abang Metro, Tanah Abang lama dan Tanah Abang AURI. Tanah Abang lama terbagi atas beberapa blok antara lain blok A, B dan F yang berisikan kios-kios, sedangkan Tanah Abang AURI terbagi atas beberapa blok antara lain blok A, B, C, D, E, F, AA, BB, CC. Seluruh blok di Tanah Abang AURI merupakan kumpulan ruko yang umumnya menjual tekstil, kecuali blok E yang merupakan kumpulan kios-kios yang menjual pakaian dalam bentuk eceran ataupun grosir.
![]() |
| Kegiatan di Pasar Tanah Abang |
Peranan masyarakat sangat antusias terhadap Pasar Tanah Abang, seperti layaknya memberi pelayanan jasa pengiriman barang untuk memudahkan para pembeli disana, ada juga yang menjajahkan berbagai makanan dan minuman di area pasar, tak jarang masyarakat disana juga membuka pelayanan jasa untuk menjaga kendaraan-kendaraan pembeli yang datang alias parkir kendaraan dan masih banyak lagi peranan masyarakat di Pasar Tanah Abang.
Perkembangan di Kawasan Tanah Abang sampai saat ini bisa dikatakan sangatlah pesat, renovasi-renovasi gedung yang telah dibuat sudahlah sangat baik walaupun pada tahun 2003 lalu Pasar Tanah Abang mengalami kebakaran akan tetapi karena itulah Pasar Tanah Abang dapat dikatakan cukup pesat perkembangannya dan antusias konsumen sangatlah tinggi karena selalu memilih tempat ini sebagai tempat untuk mencari berbagai macam kebutuhan rumah tangga.
Sabtu, 05 Januari 2013
Pemuda dan Sosialisasinya
11:16 PM
No comments
Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan
selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang
lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari
proses pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi yang baru dan
timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik
daripada orang tuanya. Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur
(evolusi).
Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang
lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai peer group yang memberikan
bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat
dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan
karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya.
Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis
dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara
ekonomis, psikologis masih kurang dewasa. Contohnya seperti pemuda-pemuda yang
sudah menikah, mempunyai keluarga, menikmati hak politiknya sebagai warga
Negara tapi dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya.
A. Pengertian
Pemuda
Telah
kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang
selalu dikaitkan dengan masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis
dan kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu
identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber
insani bagi pembangunan bangsanya karena pemuda sebagai harapan bangsa dapat
diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya
atas tatanan masyarakat, antara lain:
a.
Kemurnian idealismenya
b.
Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap
nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c.
Semangat pengabdiannya
d.
Sepontanitas dan dinamikanya
e.
Inovasi dan kreativitasnya
f.
Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan
baru
g.
Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan
sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h.
Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat
merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.
B. Sosialisasi
Pemuda
Sosialisasi
adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian
diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,
baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ada beberapa hal yang
perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain: Proses Sosialisasi, Media
Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.
a)
Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua faktor dan
proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang
kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti
ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari
proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan
hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi
tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau
mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika
seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.
b) Media
Sosialisasi
•
Orang tua dan keluarga
•
Sekolah
•
Masyarakat
•
Teman bermain
•
Media Massa
c)
Tujuan Pokok Sosialisasi
•
Individu harus diberi ilmu pengetahuan
(keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
•
Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif
dan mengenbangkankan kemampuannya.
•
Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari
melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
•
Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau
tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan
pada masyarakat umum.
C. Internalisasi
Adalah
proses norma-norma yang mencakup norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti
sampai institusional saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah
mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.
a)
Pendekatan klasik tentang pemuda
Melihat
bahwa muda merupakan masa perkembangan yang enak dan menarik. Kepemudaan
merupakan suatu fase dalam pertumbuhan biologis seseorang yang bersifat
seketika dan suatu waktu akan hilang dengan sendirinya, maka keanehan-keanehan
yang menjadi ciri khas masa muda akan hilang sejalan dengan berubahnya usia.
Menurut pendekatan yang klasik ini, pemuda dianggap
sebagai suatu kelompok yang mempunyai aspirasi sendiri yang bertentangan dengan
aspirasi masyarakat. Selanjutnya munculah persoalan-persoalan frustasi dan
kecemasan pemuda karena keinginan-keinginan mereka tidak sejalan dengan
kenyataan. Dan timbulah konflik dalam berbagai bentuk proses. Di sinilah pemuda
bergejolak untuk mencari identitas mereka.
b)
Dalam hal ini hakikat kepemudaan ditinjau dari dua
asumsi pokok
Penghayatan mengenai proses perkembangan manusia
bukan sebagai suatu koninum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris,
terpecah-pecah dan setiap pragmen mempunyai arti sendiri-sendiri.
Asumsi wawasan kehidupan adalah posisi pemuda dalam
arah kehidupan sendiri. Perbedaan antar kelompok-kelompok yang ada, antar
generasi tua dan pemuda, misalnya hanya terletak pada derajat ruang lingkup tanggung
jawabnya.
Generasi tua sebagai angkatan-angkatan yang lalu
(passing generation) yang berkewajiban membimbing generasi muda sebagai
generasi penerus. Dan generasi pemuda yang penuh dinamika hidup berkewajiban
mengisi akumulator generasi tua yang mulai melemah, disamping memetik buah-buah
pengalamannya, yang telah terkumpul oleh pengalamannya.
Pihak generasi tua tidak bisa menuntut bahwa
merekalah satu-satunya penyelamat masyarakat dan dunia. Dana melihat generasi
muda sebagai perusak tatanan sosial yang sudah mapan, sebaliknya generasi muda
juga tidak bisa melepaskan diri dari kewajiban untuk memelihara dunia. Dengan
demikian maka adanya penilaian yang baku (fixed standard) yang melihat generasi
tua adalah sebagai ahli waris. Dari segala ukuran dan nilai dalam masyarakat,
karena itu para pemuda menghakimi karena cenderung menyeleweng dari ukuran dan
nilai tersebut karena tidak bisa diterima. Bertolak dari suatu kenyataan, bahwa
bukan saja pemuda tapi generasi tua pun harus sensitif terhadap dinamika lingkungan
dengan ukuran standard yang baik.
Dengan pendapat di atas jelas kiranya bahwa
pendekatan ekosferis mengenai pemuda, bahwa segala jenis ”kelainan” yang hingga
kini seolah-olah menjadi hak paten pemuda akan lebih dimengerti sebagai suatu
keresahan dari masyarakat sendiri sebagai keseluruhan. Secara spesifiknya lagi,
gejolak hidup pemuda dewasa ini adalah respon terhadap lingkungan yang kini
berubah dengan cepat.
c)
Pemuda Dan Identitas
Telah
kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang
selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda.
Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja,
ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan
suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan
kenyataan yang mereka hadapi.
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang
mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan
yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu
mengalami perubahan.
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan
generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial,
yakni:
1.
Sosial Psikologi
2.
Sosial Budaya
3.
Sosial Ekonomi
4.
Sosial Politik
Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa
ini adalah:
a.
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme
dan patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian
yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum
seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya
lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya
gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f.
Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya
generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan
bebas
i.
Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan
narkotika
j.
Belum adanya peraturan perundang-undangan yang
mengangkut generasi muda.
Peran pemuda dalam masyarakat:
Peran pemuda dalam masyarakat:
a. Peranan
pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan.
b.
Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri
dengan lingkungannya
c.
Asas edukatif
d.
Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e.
Asas swakarsa
f.
Asas keselarasan dan terpadu
g.
Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi
Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda
ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga
sumbu orientasi hidupnya yakni:
a.
Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa
b. Orientasi
dalam dirinya sendiri
c. Orientasi
ke luar hidup di lingkungan
Peranan mahasiswa dalam masyarakat
a.
Agen of change
b.
Agen of development
c.
Agen of modernization
OPINI:
Pada artikel diatas dapat saya simpulkan, bahwa pemuda itu merupakan suatu identitas yang berpotensial sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan merupakan sumber insani yang berperan penting bagi pembangunan Negara, Bangsa maupun Agama. Pemuda memiliki ide-ide ataupun gagasan-gagasan yang perlu untuk dikembangkan sebagai perubah Negara dan Bangsa ini dengan menggunakan intelektualnya yang tinggi dan sosialisasinya.
Pada artikel diatas dapat saya simpulkan, bahwa pemuda itu merupakan suatu identitas yang berpotensial sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan merupakan sumber insani yang berperan penting bagi pembangunan Negara, Bangsa maupun Agama. Pemuda memiliki ide-ide ataupun gagasan-gagasan yang perlu untuk dikembangkan sebagai perubah Negara dan Bangsa ini dengan menggunakan intelektualnya yang tinggi dan sosialisasinya.
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)












