Sabtu, 05 Januari 2013

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

TAMBUN

          Tambun adalah salah satu kabupaten yang terdapat di kota bekasi. Tambun terbagi menjadi 2 (dua) Kecamatan, yaitu: Kecamatan Tambun Selatan dan Kecamatan Tambun Utara. Secara administratif, Kecamatan Tambun Selatan yang memiliki luas sebesar 3.506 Ha terbagi menjadi 10 Desa, yang terdiri dari: Jatimulya, Lambangsari, Lambangjaya, Tambun, Setiadarma, Setiamekar, Mekarsari, Tridayasakti, Mangunjaya dan Sumberjaya. Sedangkan, Kecamatan Tambun Utara yang memiliki luas sebesar 2.935,81 Ha terbagi menjadi 8 Desa, yang terdiri dari: Karangsatria, Satriajaya, Jalenjaya, Satriamekar, Sriamur, Srimukti, Srijaya dan Srimahi.

          Tambun merupakan penduduk yang memiliki beraneka ragam suku, mulai dari suku betawi, suku batak, suku padang, suku sunda, sampai suku jawa dll. tetapi mayoritas disana adalah suku betawi dan suku jawa. Kebiasaan yang sering dilakukan secara bersama-sama, yaitu lari pagi pada hari sabtu dan minggu yang kegiatannya dilakukan di Gedung Olah Raga Tambun. Kerja bakti juga merupakan kebiasaan yang dilakukan secara bersama, biasanya dilakukan sebulan sekali kegiatan itu dilakukan. Kegiatan kerja bakti biasanya dilakukan secara serempak di setiap Desa. Banyak kegiatan lagi yang dilakukan bersama, seperti halnya mengadakan event untuk anak muda, melakukan perkumpulan seluruh masyarakat di Balai Desa  untuk acara tertentu dan masiih banyak lagi. Walaupun berbeda suku tetapi kegiatan bersama itulah yang menyatukan semua orang disana tidak pandang kedudukan sosial, agama, suku, warna kulit dsb. Semua kegiatan yang dilakukan itu sudah dijadikan tradisi dan budaya disana.

Pada saat lari pagi di area GOR







         



Pada saat kerja bakti dan bergotong-royong


     









     Dalam kemajuan di bidang bisnis dan pembangunan di Tambun, sudah terbilang cukup pesat kemajuannya dengan mendirikan pusat perbelanjaan mall maupun tempat perbelanjaan tradisional, berdirinya berbagai perguruan tinggi disana dan yang tak kalah menariknya adalah Gedung Juang Tambun yang sampai saat ini masih ramai untuk dikunjungi oleh orang-orang untuk menambah wawasan sejarah tentang perjuangan rakyat. Bangunan berarsitektur neoklasik ini di bangun oleh Tuan Tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910 dan masih tetap berdiri hingga sekarang. Pada masa perang kemerdekaan, Gedung Juang ini menjadi markas pasukan Republik dan menjadi target serangan pesawat tempur Belanda. Anehnya, peluru meriam yang dijatuhkan tidak meledak dan hanya menimbulkan kerusakan kecil. Maka dari itu tak jarang turis berdatangan juga untuk melihat-lihat Gedung Juang tersebut.

Pasar Tradisional di Tambun

Gedung Juang Tambun



0 komentar:

Posting Komentar